(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Selasa (8/2/2022) dengan indeks utama semakin terkoreksi dari sesi sebelumnya. Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah sepekan karena ketidakpastian tentang kebijakan pemerintah AS membatasi ekspor China.
Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa pihaknya telah menambahkan 33 entitas China ke dalam apa yang disebut daftar tidak terverifikasi, yang mengharuskan eksportir AS untuk melalui lebih banyak prosedur sebelum mengirimkan barang ke entitas tersebut.
Berita tentang daftar tidak terverifikasi tersebut berdampak besar pada perusahaan yang terdaftar serta industri dan rantai pasokan yang relevan. Pekan lalu DPR AS mengesahkan RUU bernilai miliaran dolar yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing Amerika dengan China dan mengimbangi praktik perdagangan yang mendistorsi pasar China dengan memperkuat aturan anti-dumping.
Indeks harian Hang Seng ditutup turun 250,06 poin atau 1,02% ke 24.329,49, namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,89% menjadi 8.513,3. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan turun 132 poin atau 0,54% ke posisi 24324.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



