(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 250,06 poin atau 1,02% ke 24.329,49, namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,89% menjadi 8.513,3. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan turun 132 poin atau 0,54% ke posisi 24324.
Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah sepekan karena ketidakpastian tentang kebijakan pemerintah AS membatasi ekspor China. Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa pihaknya telah menambahkan 33 entitas China ke dalam apa yang disebut daftar tidak terverifikasi, yang mengharuskan eksportir AS untuk melalui lebih banyak prosedur sebelum mengirimkan barang ke entitas tersebut.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam berakhir kuat oleh laporan kuartalan perusahaan yang terbaru melebihi kekhawatiran tentang berakhirnya dukungan moneter era pandemi dengan cepat.
Untuk harga minyak mentah berjangka WTI turun di bawah $90 per barel karena investor mengalihkan perhatian mereka ke pembicaraan nuklir Iran yang akan dilanjutkan hari ini. Sikap ramah oleh Washington dan Teheran telah memicu optimisme bahwa kedua belah pihak beringsut ke arah menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang akan mengarah pada dimulainya kembali ekspor minyak mentah resmi dari produsen Teluk Persia.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat naik ke posisi 24765, dan jika tembus akan ke lanjut ke R2 hingga R3. Namun jika bergerak sebaliknya akan turun ke posisi 24228, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 24997 | 24786 | 24555 | 24344 | 24113 | 23902 | 23670 |
| Buy Avg | 24770 | Sell Avg | 24190 |



