Bursa Eropa Akhir Pekan Bergerak Lemah, FTSE Masih di Kisaran Tertinggi 2 Tahun

795
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Eropa diperdagangkan turun hampir 1% pada  perdagangan hari Jumat (11/2/2022), mengikuti pergerakan negatif  bursa Asia dan AS di tengah meningkatnya kekhawatiran atas lonjakan inflasi saat ini yang kemungkinan akan mendorong the Fed untuk bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga yang meredam prospek pertumbuhan.

Sentimen itu semakin terguncang oleh komentar Presiden Fed St. Louis James Bullard bahwa data inflasik AS terbaru membuatnya  lebih hawkish. Pejabat Fed tersebut menyatakan harapan untuk kenaikan persentasi full suku bunga selama tiga pertemuan kebijakan bank sentral AS berikutnya.

Di bursa Inggris pelemahan oleh tekanan data inflasi AS sedikit diredam oleh rilis  data  PDB kuartal empat dan sepanjang tahun 2021. PDB Inggris sepanjang tahun 2021 bertumbuh ke posisi tertinggi 80 tahun di 7,5% setelah kontraksi di tahun 2020.  Indeks FTSE tertekan, namun masih di kisaran tertinggi 2 tahun yang dicapai sesi sebelumnya.

Di bursa Perancis, prospek biaya pinjaman yang lebih tinggi paling menekan sektor barang mewah seperti anjloknya saham LVMH (-2%), Hermes (-1,7%), dan Kering (-1,1%). Pada saat yang sama, Rexel turun 1,1% meskipun mengumumkan rekor pergantian selama tahun 2021 dan meningkatkan panduan mereka untuk tahun 2022.

Indeks utama bursa Eropa atau Pan European Stoxx 600 sedang bergerak lebih rendah 4,25 poin atau 0,90 persen menjadi 468,10. Indeks bursa saham Jerman atau DAX Jerman anjlok 0,46 persen, indeks bursa saham Perancis atau CAC 40 terkoreksi 1,23 persen dan indeks bursa Inggris atau FTSE 100  anjlok 0,76 persen di kisaran tertinggi 2 tahun.

 

 

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting