Keuntungan Wall Street Terkoreksi oleh Tingginya Inflasi AS Bulan Januari

381

(Vibiznews – Index) Terjadi aksi jual saham yang cukup signifikan di bursa Wall Street merespon laporan data inflasi AS bulan Januari  hingga membuat keuntungan semua indeks utamanya terkoreksi pada sesi yang berakhir Jumat dini hari  (11/2/2022). Namun  kemudian tekanan dapat diredam jelang penutupan oleh laporan kuartalan perusahaan yang optimis.

Indeks Dow Jones anjlok 526,47 poin atau 1,5 persen menjadi 35.241,59, indeks Nasdaq merosot 304,73 poin atau 2,1 persen menjadi 14.185,64 dan indeks S&P 500 jatuh 83,10 poin atau 1,8 persen menjadi 4.504,08.

Laporan indeks harga konsumen oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tingkat inflasi pada Januari naik 7,5 persen yoy dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, merupakan tingkat pertumbuhan tahunan tercepat sejak Februari 1982. Secara bulanan  indeks harga konsumennya naik 0,6 persen melebihi ekspektasi naik 0,5 persen.

Data tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih agresif dalam upaya untuk melawan inflasi yang meningkat. Setelah rilis tersebut, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa dia terbuka untuk kenaikan 50 bps di bulan Maret dan harapkan kenaikan penuh pada bulan Juli.

Secara sektoral,saham perumahan yang sensitif terhadap suku bunga bergerak turun tajam  menyeret Philadelphia Housing Sector Index turun sebesar 3,4 persen. Kelemahan signifikan juga terjadi pada saham semikonduktor dengan penurunan 3,2 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index.

Saham telekomunikasi juga mengalami pelemahan yang cukup besar di antara kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi, dengan NYSE Arca North American Telecom Index anjlok sebesar 3 persen. Kemudian disusul oleh anjloknya saham emas, utilitas, dan saham real estat komersial.