(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 146 poin atau 0,7 persen menjadi 24.170,07. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 81,98 atau 0,96% menjadi 8.455,99. Demikian indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 155 poin atau 0,64% ke posisi 24168.
Indeks Hang Seng tertekan di tengah kekhawatiran peraturan baru pemerintah akan merusak prospek pendapatan perusahaan dari saham teknologi China. Saham teknologi China mengalami penurunan dua hari terburuk sejak periode perdagangan bulan Juli karena kekhawatiran baru pemerintah Beijing akan memberlakukan lebih banyak pembatasan untuk perusahaan swasta.
Sebagai penggerak pasar hari ini, untuk bursa saham Wall Street tutup oleh libur publik setempat dan bursa Eropa ditutup melemah cukup signifikan ditengah kekhawatiran bahwa Rusia akan menyerang Ukraina di tengah laporan penembakan dan meningkatnya ketegangan militer di Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang diproklamirkan sendiri.
Untuk harga minyak mentah berjangka WTI rebound dan melonjak lebih dari 3% menjadi di atas $93,5 per barel pada hari Senin, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pasokan yang ketat di tengah konflik Rusia-Ukraina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 23960, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 24226 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 24766 | 24578 | 24373 | 24185 | 23980 | 23792 | 23587 |
| Buy Avg | 24290 | Sell Avg | 23940 |



