Forex Eropa USDJPY 23 Februari: Retreat dari Tertinggi 3 Pekan

442
yen usdjpy

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Rabu (23/2/2022) bergerak kuat  mendekati posisi resisten kuat hariannya sejak dari awal sesi Asia. Pair mendapat kekuatan sejak sesi sebelumnya oleh pudarnya permintaan aset safe haven yang menekan yen Jepang.   Sebagai informasi pasar keuangan Jepang tutup oleh libur publik negara tersebut.

Pulihnya permintaan aset risiko yang menguntungkan pair terjadi setelah pengumuman sanksi keuangan Amerika Serikat dan sekutu Eropanya terhadap Rusia atas langkah pengiriman pasukan Rusia ke Ukraina. Kedua blok sekutu tersebut akan menambah sanksinya jika Rusia memperpanjang invasinya.

Sebelumnya permintaan safe-haven bertambah besar hingga angkat yen ke posisi tertinggi 3 pekan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur dan kemudian memerintahkan pasukan ke daerah itu sebagai tanda invasi Rusia sudah dimulai.

Sementara itu, tingkat inflasi inti Jepang melambat menjadi 0,2% pada Januari, jauh dari ekspektasi dan tetap jauh di bawah target bank sentral. Anggota dewan Bank of Japan Toyoaki Nakamura baru-baru ini menegaskan kembali bahwa BOJ akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mencapai target inflasi 2%.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa sedang bergerak lemah di area pivot hariannya setelah alami pelemahan; tertekan oleh berita pengumuman sanksi yang dibuat AS dan sekutunya di Eropa terhadap Rusia.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY   akan menguat, dan kini pair berada di posisi 115.04 yang berusaha mendaki  ke posisi resisten kuat di 115.32 hingga 115.66.  Namun jika merosot kembali pada posisi 114.98 akan  turun ke pivot sebelum meluncur ke support kuatnya  di 114.61 – 114.38.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting