Bursa Wall Street Awal Pekan Mixed, Saham Tesla Melonjak Tinggi

428
wall street

(Vibiznews – Index)  Pergerakan kuat harga saham teknologi  di bursa Wall Street masih stabil dibandingkan sektor lainnya pada perdagangan yang berakhir Selasa dini hari (1/3/2022). Indeks utama saham Wall Street ditutup mixed dengan hanya Nasdaq yang bertahan di zona hijau.

Indeks  Dow Jones turun 166,15 poin atau 0,49 persen pada 33.892,60 pada kisaran   33.469,31- 33.963,62. Demikian indeks S&P 500, yang sempat bergerak kuat awal sesi, ditutup turun 10,71 poin atau 0,24 persen pada 4.373,94, sedangkan indeks Nasdaq ditutup dengan kenaikan 56,77 poin atau 0,41 persen pada 13.751,40.

Eskalasi konflik Rusia-Ukraina dan sanksi berat yang dijatuhkan pada Rusia oleh negara-negara Barat memberikan kehati-hatian bagi investor sehingga saham volatile. Negara-negara G7 setuju untuk mengecualikan bank-bank Rusia dari SWIFT, dan pemerintahan Biden juga mengumumkan bahwa mereka akan melarang orang dan perusahaan AS melakukan bisnis dengan Bank Rusia, Russian National Wealth Fund serta Kementerian Keuangan.

Kekhawatiran investor bertambah setelah diberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi dan Ukraina skeptis dengan pertemuan diplomasi dengan Rusia di Belarus.

Sentimen negatif bertambah merespon laporan ekonomi yang lemah seperti data  MNI Indicators yang merupakan barometer bisnis Chicago menunjukkan perlambatan signifikan dalam laju pertumbuhan, turun ke 56,3 pada Februari dari 65,2 pada Januari.

Secara sektoral, saham keuangan  paling tertekan merespon sanksi terhadap sektor keuangan di Rusia. Saham Citigroup dan JP Morgan Chase keduanya turun lebih dari 4 persen, demikian saham Goldman Sachs merosot sekitar 2,5 persen.

Selain saham teknologi, saham energi  bergerak kuat merespon kenaikan harga minyak dunia  dengan saham  Chevron naik lebih dari 2 persen. Saham Boeing juga naik hampir 2 persen dan Salesforce.com naik 1,2 persen.

Saham Tesla melonjak lebih tinggi hingga naik 7% lebih merespon  laporan bahwa proposal perusahaan tersebut untuk mendirikan pabrik di Brandenburg, Jerman, sedang dalam tahap akhir dari proses persetujuan.