Forex Eropa USDJPY 1 Maret: Permintaan Safe Haven Meningkat

438

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Selasa (1/03/2022) bergerak lemah mendekati posisi support kuat hariannya setelah pada sesi Asia berada di kisaran resisten. Yen Jepang mendapat kekuatan dari beralihnya sentimen pasar ke safe haven yang menghiraukan laporan ekonomi yang lemah.

Permintaan safe haven meningkat oleh karena investor terus menilai krisis Ukraina dan sanksi terhadap Rusia. Diberitakan penampakan dari satelit bahwa konvoi lapis baja panjang Rusia menuju Kyiv, dan aktivitas militer tambahan di Belarus, dekat perbatasan utara Ukraina, setelah spekulasi bahwa negara itu akan membantu invasi Rusia.

Selain itu perusahaan otomotif besar di Jepang – Toyota,  menghentikan operasi 14 pabrik domestiknya untuk hari ini karena dugaan serangan siber di salah satu pemasoknya yang diperkirakan dilakukan oleh pihak Rusia.

Jibun Bank melaporkan data PMI Manufaktur Jepang periode bulan Februari, turun menjadi 52,7 dibandingkan periode sebelumnya di 52,9. Ini adalah pertumbuhan terlemah dalam aktivitas pabrik sejak September lalu, di tengah pembatasan COVID-19.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menurun terbatas setelah menanjak; sebagai safe haven di tengah perang Rusia – Ukraina walau agak tertahan di sekitar area overbought-nya.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY  akan melemah, dan kini pair berada di posisi 114.95 yang sedang merosot ke posisi pivot di 114.75  sebelum mencapai  support kuat  di 114.60 – 114.30. Jika bergerak naik kembali posisi 115.28 berpotensi mendaki ke resisten kuatnya di 115.54 – 115.88.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting