(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,2 persen menjadi 22.713,02 , terendah sejak Maret 2020. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir naik 0.4% ke posisi 8,023.93. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak positif dengan naik 25 poin atau 0,11% ke posisi 22647.
Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah 23 bulan oleh kekhawatiran lonjakan harga komoditas dan kenaikan inflasi pasca sanksi baru yang berat bagi sektor keuangan Rusia oleh negara barat. Sentimen juga dibebani oleh tingginya kasus kematian covid-19 di Hong Kong.
Sebagai penggerak pasar hari ini, untuk bursa saham Wall Street awal pekan ditutup mixed dengan hanya Nasdaq bergerak kuat. Investor berhati-hati melihat eskalasi konflik Rusia-Ukraina dan sanksi berat yang dijatuhkan pada Rusia oleh negara-negara Barat.
Untuk harga minyak mentah berjangka WTI melonjak hampir 5% menjadi di atas $96 per barel dikarenakan negara-negara Barat memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dari salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan terkoreksi. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 22450, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 22830 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 23594 | 23278 | 22967 | 22651 | 22340 | 22024 | 21713 |
| Buy Avg | 22937 | Sell Avg | 22390 |



