(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan mengakhiri kenaikan beruntun selama empat hari pada sesi yang berakhir Jumat (4/3/2022). Indeks Kospi anjlok karena investor ketakutan oleh kebakaran di pembangkit nuklir Ukraina dan komentar ketua Federal Reserve AS tentang dampak perang Ukraina pada ekonomi AS.
Sentimen juga dibebani oleh rilis data indeks harga konsumen Korea Selatan yang tumbuh lebih dari 3 persen untuk bulan kelima berturut-turut di Februari karena harga minyak mentah melonjak di tengah krisis Ukraina. Inflasi naik 3,7 persen secara tahunan periode bulan lalu, dibandingkan dengan kenaikan 3,6 persen pada bulan Januari.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 33,65 poin atau 1,22 persen menjadi 2.713,43. Secara mingguan Kospi berhasil cetak gain dengan kenaikan 1,37% setelah 3 pekan berturut melemah. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 5,37 poin atau 1,46% ke posisi 361.69, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 365.54 dan sempat turun ke posisi terendah di 360.19.
Pelemahan Kospi dipicu tekanan jual saham-saham kapital besar seperti saham Samsung Electronics kehilangan 1,92 persen, sementara pembuat chip No. 2 SK hynix turun 3,49 persen, saham operator portal internet Naver turun 2,46 persen, saham produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 2,82 persen dan saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 4,12 persen.



