Kospi 7 Februari Cetak Kerugian, Won Korea Selatan Terendah Sejak Mei 2020

510

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan anjlok cukup signifikan pada perdagangan hari Senin (7/3/2022) di tengah kekhawatiran sanksi keras yang dikenakan pada Rusia sebagai pembalasan terhadap invasi ke Ukraina yang dapat menaikkan harga minyak mentah dan merugikan perusahaan.

Harga minyak mentah Brent mencapai tertinggi sejak 2008 setelah  ekspor minyak oleh Rusia diembargo AS dan sekutunya. Lonjakan harga minyak menambah kekhawatiran kenaikan inflasi yang dapat menekan ekonomi global.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 62,12 poin atau 2,29 persen menjadi 2.651,31.  Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 8,66 poin atau 2,39% ke posisi 353.03, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 356.59 dan sempat turun ke posisi terendah di  351.91.

Sebagian besar saham kapitalisasi besar ditutup lebih rendah karena aksi jual asing dan institusional, seperti saham  Samsung Electronics anjlok 1,96 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix turun 4,02 persen, saham operator portal internet Naver turun 3,31 persen  dan saham produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 2,61 persen.

Sementara itu mata uang Won Korea Selatan anjlok cukup dalam ke terendah sejak 29 Mei 2020,  turun tajam 12,9 won ke posisi 1.227,1  terhadap dolar AS. Akibatnya  otoritas valuta asing Korea Selatan melakukan intervensi verbal, mereka memantau pasar dengan cermat untuk melihat apakah ada pergerakan spekulatif oleh investor luar negeri atau kegugupan berlebihan oleh pelaku pasar.