(Vibiznews – Indeks) – Kerugian bursa saham Jepang berlanjut pada hari Senin (7/3/2022) hingga cetak perdagangan terburuk dalam 16 bulan akibat eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina. Indeks Nikkei harian anjlok 2% lebih yang merupakan kerugian terbesar sejak 27 Januari 2022.
Konsekuensi ekonomi akibat perang tersebut serta lonjakan harga minyak mentah dunia memicu ketakutan akan kejutan stagflasi besar. Pertempuran di Ukraina terus berlanjut, dimana Presiden Vladimir Putin berjanji untuk melanjutkan invasinya kecuali Kyiv menyerah.
Lonjakan harga minyak mentah berlanjut setelah AS dan sekutunya sedang mempertimbangkan larangan impor minyak Rusia, hingga memicu harga minyak mentah naik ke level tertinggi sejak 2008.

Indeks harian Nikkei ditutup anjlok 697 poin atau turun 2,94% ke posisi 25.221, terendah sejak November 2020. Demikian indeks Topix turun 2,76% menjadi 1.794. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2022 bergerak positif dengan turun 890 poin atau 3,41% ke posisi 25210.
Secara sektoral, saham produsen, teknologi, dan perusahaan terkait konsumen Jepang memimpin penurunan yang disumbang oleh anjloknya saham Hitachi (-6,9%), Nidec Corp (-6,2%), SoftBank (-5,2%), Tokyo Electron (-4,9%), Toyota (-6,5 %) dan saham Sony Group (-2,4%). Sementara itu, saham perusahaan pelayaran dan energi menahan aksi jual, dengan keuntungan dari saham Mitsui OSK (4,1%) dan saham Inpex Corp (6,8%).
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


