Pelemahan Kospi 8 Maret Dibebani Anjloknya Uang Won Korea

540
indeks kospi
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan hari Selasa (8/3/2022) di tengah kekhawatiran bahwa melonjaknya harga energi setelah invasi Rusia ke Ukraina dapat menghambat pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Aksi jual saham kapital besar terus berlanjut sejak awal sesi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia sejak 2008, kemudian selanjutnya sentimen investor  dibebani oleh posisi mata uang Won Korea yang semakin turun di kisaran terendah sejak Mei 2020. Pelemahan Kospi banyak disumbang oleh aksi jual investor asing yang cukup besar hingga 470 miliar won.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 28,91 poin atau 1,09 persen menjadi 2.622,4.  Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 3,66 poin atau 1,03% ke posisi 349.38, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 352.82 dan sempat turun ke posisi terendah di  346.85.

Saham kapital besar yang masih tertekan seperti saham  Samsung Electronics anjlok 0,86 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix turun 1,26 persen, saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem turun 2,14 persen dan saham produsen baja POSCO turun 3,15 persen. Sebaliknya saham yang bergerak kuat seperti saham  Samsung Biologics menguat 0,65 persen.