(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong cetak kerugian harian terbesar dalam 22 bulan pada perdagangan hari Senin (14/3/2022) karena berita buruk dari perang Ukraina hingga wabah Covid-19 yang memburuk di Cina. Indeks Hang Seng anjlok 4% hingga terjun ke posisi terendah dalam 6 tahun yang dipicu oleh anjlok parahnya saham teknologi.
Diberitakan pemerintah Cina menutup atau lockdown Shenzen selama 6 pekan dikarenakan meningkatnya kasus harian covid-19, dimana semua bisnis kecuali yang memasok makanan, bahan bakar, dan kebutuhan lainnya diperintahkan untuk tutup atau bekerja dari rumah.
Kota ini merupakan pusat manufaktur dan teknologi vital dengan 17,5 juta orang, Shenzhen adalah rumah bagi beberapa perusahaan paling terkemuka di China, termasuk pembuat peralatan telekomunikasi Huawei Technologies Ltd., merek mobil listrik BYD Auto, Ping An Insurance Co. dan Tencent Holding, operator populer Layanan pesan WeChat.
Indeks harian Hang Seng ditutup anjlok 1022 poin atau 4,97% menjadi 19.531,66, terendah sejak 6 Juli 2016. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 505 poin atau 7,15% menjadi 6.555,55. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 910 poin atau 4,42% ke posisi 19585.
Secara sektoral, kinerja buruk Hang Seng paling banyak ditekan oleh anjloknya saham sektor teknologi yang turun 11 persen lebih, penurunan harian tertajam sejak Juli 2020. Kemudian disusul saham healthcare dan konsumen yang anjlok 10% dan 8% masing-masing. Saham Alibaba anjlok 10% lebih dan saham BYD anjlok 5% lebih.



