(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 15,63 poin atau 0,59 persen menjadi 2.645,65. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 0,70 poin atau 0,20% ke posisi 354.61, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 356.48 dan sempat turun ke posisi terendah di 352.82.
Indeks Kospi melemah dan tertekan banyak aksi jual investor asing untuk saham-saham teknologi oleh kekhawatiran rencana kenaikan suku bunga Fed pekan ini. Saham teknologi biasanya lebih sensitif terhadap biaya pinjaman yang tinggi nantinya pasca kenaikan Fed rate. Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya pada pertemuan bulan Maret. Investor juga menunggu sinyal Fed untuk petunjuk tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut dan pengetatan kebijakan untuk sisa tahun ini.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam ditutup mixed dengan hanya Dow Jones flat dan Nasdaq terjun ke posisi terendah 10 bulan oleh lonjakan yield treasury AS.
Harga minyak WTI jatuh lebih dari 8% ke level $ 100,5 per barel, terendah dalam hampir dua minggu di tengah harapan untuk solusi diplomatik untuk perang Rusia-Ukraina sementara itu lockdown di Shenzhen – China mengaburkan prospek permintaan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun ke posisi 352.00 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik menuju posisi 355.08 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 360.64 | 358.56 | 356.58 | 354.50 | 352.52 | 350.44 | 348.46 |
| Buy Avg | 355.80 | Sell Avg | 351.90 |



