(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Rabu (16/3/2022) sedang konsolidasi di posisi tertinggi 5 tahun yang mendekati posisi resisten kuat hariannya. Yen Jepang melemah untuk 8 sesi berturut di tengah pelemahan dolar AS terhadap beberapa rival utamanya.
Yen masih dibayangi sikap dovish Bank of Japan sangat kontras dengan bank sentral utama lainnya yang bersiap untuk mengetatkan kebijakan moneter. Bank sentral Jepang yang dijadwalkan bertemu pada 17-18 Maret telah berulang kali menyatakan akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mencapai target inflasi 2%.
Selain itu investor lebih memburu saham di bursa Jepang oleh meningkatnya sentimen perdagangan aset risiko, dimana Nikkei mendaki ke tertinggi 2 pekan. Pemerintah Jepang berencana melonggarkan pembatasan terkait covid-19 lebih lanjut, dan mempertimbangkan untuk menaikkan batas harian pada jumlah kedatangan luar negeri di samping potensi pencabutan keadaan darurat untuk 18 prefektur minggu depan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa turun terbatas setelah terkoreksi; melemah terbatas sebagai safe haven di tengah ekspektasi pasar dirilisnya nanti kenaikan suku bunga the Fed dan berlanjutnya invasi Rusia atas Ukraina.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY lanjut rally, dan kini pair berada di posisi 118.32 yang sedang mendaki ke resisten lemahnya di 118.60 – 118.98. Namun jika tertekan, akan meluncur ke support kuat di 117.85 – 117.50 setelah melewati pivot di 118.14.



