(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (17/3/2022) kembali melemah di kisaran US$98 setelah sesi sebelumnya tertekan kekuatan aset risiko. Dolar AS juga melemah terhadap semua rival utamanya yang beryield tinggi.
Dolar AS kurang diminati saat the Fed umumkan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%, dikarenakan Federal Reserve tidak memberikan kejutan yang lebih hawkish. Selain menaikkan Fed rate, bank sentral AS tersebut juga menaikkan proyeksi inflasi dan mengisyaratkan enam kenaikan lagi tahun ini sebagai langkah agresif untuk menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.
Sementara itu, bank sentral AS memangkas estimasi PDB untuk 2022 menjadi ekspansi 2,8% dari 4% yang diprediksi pada Desember lalu, dengan alasan inflasi yang tinggi dan gangguan ekonomi akibat perang di Ukraina.

Investor akan mengawasi situasi geopolitik setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negosiasi menjadi lebih realistis dan Rusia mengatakan proposal yang sedang dibahas mendekati kesepakatan meskipun ketidakpastian tetap ada.
Terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa sedang bergerak turun, kini indeks berada di kisaran 98.36 atau turun 0,27% setelah sempat mendaki ke kisaran 98,50 pada sesi Asia.



