(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan berakhir lebih rendah pada perdagangan hari Senin (21/3/2022), menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari sebelumnya. Indeks Kospi retreat dari posisi tertinggi 3 pekan yang dicapai awal sesi, terbebani oleh ketidakpastian atas konflik Ukraina-Rusia dan kekhawatiran atas kebijakan moneter AS.
Kospi alami profit taking karena pembicaraan damai Ukraina-Rusia belum menunjukkan hasil nyata, juga dibebani oleh komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve yang mengatakan pekan lalu bank sentral perlu mengambil langkah lebih agresif untuk memerangi inflasi.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup naik 12,51 poin atau 0,46 persen menjadi ditutup pada 2.707,02, secara mingguan menguat 1,72%. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka menguat 0,87 poin atau 0,24% ke posisi 362.33, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 362.78 dan sempat turun ke posisi terendah di 359.60.
Sebagian besar saham kapitalisasi besar ditutup lebih rendah seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics anjlok 1,13 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix turun 1,61 persen, saham operator portal internet Naver merosot 1,6 persen dan saham Kakao turun 3,23 persen. Saham unggulan yang berlawanan arah seperti saham Samsung Biologics naik tipis 0,12 persen dan saham LG Energy Solution menguat 1,05 persen.



