(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Selasa (22/3/2022) sedang rally kuat dan telah menembus semua posisi resisten hariannya di tengah kuatnya safe haven. Yen Jepang tertekan untuk 3 sesi berturut dan anjlok ke posisi terendah dalam 6 tahun.
Yen terdesak oleh sikap Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengulangi perlunya mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar karena inflasi dorongan biaya baru-baru ini dapat merugikan ekonomi Jepang, menyoroti kesenjangan yang melebar dengan rencana pengetatan agresif Federal Reserve.
Kuroda mengatakan bahwa kenaikan harga konsumen yang didorong oleh biaya energi dan makanan yang lebih tinggi akan membebani perekonomian dalam jangka panjang dengan merugikan keuntungan perusahaan dan pendapatan riil rumah tangga.
Sikap Ketua BOJ ini sangat berlawanan dengan beberapa bank sentral global termasuk dengan Federal Reserve yang baru-baru ini mengatakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan jangka pendek lebih cepat dari yang diharapkan jika itu diperlukan untuk menahan inflasi yang tinggi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa melaju kuat untuk 3 sesi berturut; diperkuat oleh lonjakan yield obligasi AS pasca pernyataan sikap Jerome Powel terkait kebijakan Federal yang sangat agresif.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY lanjut rally, dan kini pair berada di posisi 120.59 yang sedang mendaki ke resisten lainnya di 120.84 – 121.19. Namun jika terkoreksi, akan meluncur ke 119.42 sebeluncur menuju support kuat di 119.10 – 118.80.



