(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 191 poin atau 0,89 persen lebih rendah pada 21221. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 121,94 atau 1,66% menjadi 7.366,42. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 190 poin atau 0,89% ke posisi 21235.
Bursa saham Hong Kong ditutup melemah untuk hari kedua berturut-turut menyusul lonjakan besar-besaran di pertengahan pekan lalu karena investor menunggu rincian setelah pemerintah China berjanji untuk mendukung pasar dan PBoC tidak ubah suku bunga utama pinjaman. Selain itu indeks Hang Seng retreat dari posisi tertinggi 3 pekan karena harga minyak terus melonjak dan investor mempertimbangkan rencana untuk mengurangi lebih banyak pembatasan virus corona di Hong Kong.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam alami profit taking dikarenakan komentar ketua the Fed – Jerome Powell dan juga ancaman perang dunia ketiga dari konflik di Ukraina. Semua indeks utama turun dari posisi tertinggi 1 bulan lebih sebelumnya.
Harga minyak mentah naik lebih dari 5% dengan Brent sekitar $114 per barel dan WTI di $110, karena UE mempertimbangkan untuk bergabung dengan AS dalam embargo minyak Rusia. Sementara itu, serangan oleh kelompok Houthi Yaman akhir pekan lalu menyebabkan penurunan sementara dalam produksi di kilang Saudi Aramco, kemudian IEA mengatakan pekan lalu pasar minyak ditetapkan untuk defisit pasokan di Q2.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat akan naik ke posisi 21765 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika kemudian terkoreksi akan turun ke posisi 21154, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 23078 | 22644 | 21939 | 21505 | 20800 | 20366 | 19661 |
| Buy Avg | 21908 | Sell Avg | 21100 |



