Gain Bursa Wall Street Terkoreksi Profit Taking, Abaikan Kemajuan Jelang Akhir Perang di Ukraina

444
wall street

(Vibiznews – Index) – Setelah cetak gain selama 4 sesi berturut, bursa Wall Street alami tekanan profit taking pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (31/3/2022). Aksi tersebut membuat Dow Jones ke penutupan yang lemah, Nasdaq yang mencetak kenaikan kuat dalam dua sesi sebelumnya berakhir dengan kerugian yang besar dari indeks lainnya.

Indeks Dow Jones turun 65,38 poin atau 0,19 persen pada 35.228,81, pulih dengan baik dari level terendah 35.058,58 yang disentuhnya dalam satu jam terakhir. Indeks S&P 500 melemah 29,15 poin atau 0,63 menjadi  4.603,45, sedangkan indeks Nasdaq turun 177,36 poin atau 1,21 persen menjadi 14,442,27.

Profit taking disebabkan oleh sentimen investor yang menilai kembali prospek inflasi dan pengetatan kebijakan moneter pasca laporan prosesor penggajian ADP, yang menghiraukan antusiasme atas kemajuan menjelang akhir perang di Ukraina.

ADP melaporkan pekerjaan sektor swasta di AS melonjak 455.000 pekerjaan pada Maret setelah melonjak 486.000 pekerjaan  pada bulan Februari, melebihi perkiranan untuk kenaikan  450.000 pekerjaan.

Sentimen dibebani juga dari laporan Departemen Perdagangan menunjukkan ekonomi AS tumbuh sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kuartal keempat tahun 2021. PDB  riil meningkat 6,9% pada kuartal keempat, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya untuk lonjakan 7%.

Secara sektoral, beberapa saham ritel berada di bawah tekanan termasuk Five Below (-6,53%) dan Chewy (-15,6%) setelah laporan kuartalan mereka yang mengecewakan. Saham Home Depot turun hampir 3 persen danb saham Salesforce.com juga berakhir lebih rendah hampir 3 persen.