(Vibiznews – Index) – Keuntungan di bursa Amerika selama 2 sesi berturut terpangkas jelang penutupan perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (6/4/2022) merespon pernyataan hawkish seorang petinggi the Fed. Semua indeks utama melemah oleh profit taking dengan Nasdaq lebih banyak alami kerugian.
Indeks Nasdaq jatuh 328,39 poin atau 2,3 persen menjadi 14.204,17, indeks S&P 500 jatuh 57,52 poin atau 1,3 persen menjadi 4.525,12 dan indeks Dow merosot 280,70 poin atau 0,8 persen menjadi 34.641,18.
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard menggambarkan inflasi terlalu tinggi dalam sambutannya di konferensi Fed Minneapolis dan memperkirakan the Fed akan mulai mengurangi neraca pada kecepatan cepat segera setelah pertemuan Mei. Pengurangan neraca akan berkontribusi pada pengetatan kebijakan moneter di atas perkiraan kenaikan tingkat kebijakan yang tercermin dalam harga pasar dan Ringkasan Proyeksi Ekonomi Komite.
Dari laporan ekonomi, Institute for Supply Management merilis laporan yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa meningkat kembali di bulan Maret, naik menjadi 58,3 di bulan Maret dari 56,5 di bulan Februari. Selain itu ada laporan Departemen Perdagangan menunjukkan defisit perdagangan AS hampir tidak berubah pada Februari, karena impor dan ekspor keduanya meningkat.
Secara sektoral, saham semikonduktor paling tertekan setelah berbalik dalam kinerja yang kuat di sesi sebelumnya, menghasilkan penurunan 4,5 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Pelemahan juga terjadi pada saham jasa minyak dengan penurunan 3,1 persen oleh Philadelphia Oil Service Index.
Saham perangkat keras komputer juga mengalami pelemahan yang cukup besar hari ini, menyeret NYSE Arca Computer Hardware Index turun sebesar 3 persen. Saham perumahan, emas, baja dan jaringan juga bergerak lebih rendah, sementara beberapa kekuatan terlihat di antara saham farmasi dan utilitas.



