(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai tertinggi baru 3-tahun pada hari Jumat mencerna risalah dari pertemuan Fed sebelumnya.
Imbal hasil Treasury 10-tahun diperdagangkan di atas 2,7% pada hari Jumat, mendekati level tertinggi sejak Maret 2019 karena terus melonjak menyusul komentar terbaru dari The Fed. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik sekitar 5 basis poin menjadi 2,516%.
Imbal hasil Treasury 30-tahun naik sekitar 6 basis poin menjadi 2,746%, sedangkan imbal hasil Tteasury 5-tahun naik 6 basis poin menjadi sekitar 2,75%. Hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga dan 1 basis poin sama dengan 0,01%.
Reli bagi imbal hasil Treasury 10 tahun terjadi setelah risalah Fed yang diterbitkan Rabu mengindikasikan bahwa bank sentral berencana menyusutkan neracanya sebesar $95 miliar per bulan. Pejabat Fed juga menyarankan mungkin ada satu atau lebih kenaikan suku bunga 50 basis poin.
Pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif ini, bersama dengan kenaikan inflasi, telah membuat imbal hasil terbalik. Investor telah menjual Treasury jangka pendek demi utang pemerintah jangka panjang, menunjukkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi jangka pendek.
Investor juga terus memantau perkembangan di Ukraina karena Kongres AS memilih untuk mencabut status perdagangan Rusia, melarang impor minyak dan gas. Itu menyusul laporan pelanggaran terhadap warga sipil oleh pasukan Vladimir Putin, yang mendapat kecaman keras dari anggota G-7, yang memilih untuk mengeluarkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan mencermati perkembangan data ekonomi AS yang jika meningkat dan menguatkan dolar AS, akan menguatkan imbal hasil Treasury AS juga.



