(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan ditutup naik 63 poin atau 0,3% menjadi 21.872,01. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,1% menjadi 7.490,37. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak positif dengan menguat 128 poin atau 0,59% ke posisi 21930.
Kekuatan Hang Seng akhir pekan didukung oleh ekspektasi langkah-langkah pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk mencapai target pertumbuhan sekitar 5,5% tahun ini dan mendukung perlambatan ekonomi yang terkena wabah COVID-19 terburuk di negara itu dalam dua tahun.
Secara mingguan Hang Seng tertekan oleh berlanjutnya lockdown di Shanghai karena meningkatnya penyebaran infeksi covid-19 dan juga prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS yang agresif merespon risalah pertemuan FOMC terbaru dan pernyataan dari beberapa pejabat the Fed minggu ini.
Sebagai penggerak pasar hari ini, pergerakan bursa Wall Street sepanjang minggu lalu melemah di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi di belakang inflasi yang tidak terkendali dan kebijakan pengetatan moneter yang agresif, ditambah dengan meningkatnya ketegangan antara Barat dan Rusia dimana AS dan Uni Eropa telah mengumumkan sanksi baru terhadap Moskow, termasuk embargo impor batubara Rusia.
Minyak mentah berjangka WTI turun hampir 3% menjadi di bawah $96 per barel pada awal sesi hari ini, menyusul penurunan mingguan kedua berturut-turut, karena konsumen utama mengumumkan rencana untuk melepaskan minyak mentah dari cadangan strategis dan karena berlanjutnya lockdown pada importir utama China.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 21350, jika tembus meluncur ke posisi S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 21945 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 22456 | 22202 | 22066 | 21812 | 21678 | 21310 | 21178 |
| Buy Avg | 22015 | Sell Avg | 21226 |



