(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 562 poin atau 2,57% ke level terendah tiga minggu di 21.309. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 281 poin atau 3,7% menjadi 7.208,49. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 801 poin atau 3,65% ke posisi 21129.
Hang Seng tertekan setelah merespon data inflasi produsen China untuk bulan Maret lebih tinggi dari yang diharapkan, dimana indeks harga produsen melonjak 8,3% dibandingkan dengan tahun lalu, di atas ekspektasi untuk kenaikan 7,9%. Kegelisahan yang terus berlanjut atas pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan efek dari penguncian yang lebih lama pada ekonomi China sangat membebani sentimen.
Sebagai penggerak pasar hari ini, pergerakan bursa Wall Street semalam ditutup melemah dipimpin oleh penurunan saham teknologi karena investor bersiap untuk pengetatan agresif Fed dengan obligasi yang memperpanjang aksi jual. Semua indeks utama anjlok cukup signifikan.
Minyak mentah berjangka WTI turun hampir 5% di bawah $94 per barel, terendah dalam lebih dari tiga minggu, karena lockdown berlanjut di importir utama China dan konsumen utama mengumumkan rencana untuk melepaskan minyak mentah dari cadangan strategis mereka.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 21130, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 21520 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 22514 | 22230 | 21680 | 21394 | 20844 | 20560 | 20010 |
| Buy Avg | 21800 | Sell Avg | 21086 |



