Keuntungan Bursa Wall Street Tergerus oleh Pidato Jerome Powell, Saham Airlines Terkuat

438

(Vibiznews – Index) – Terjadi perubahan sentimen cukup cepat pada perdagangan saham di bursa Wall Street yang berakhir Jumat dinihari  (22/04/2022), setelah sempat cetak untung cukup besar. Semua indeks utama ditutup melemah melewati pergerakan yang fluktuatif dengan Nasdaq terjun ke posisi terendah 5 pekan dan Dow Jones retreat dari gain sebelumnya.

Setelah melonjak lebih dari 330 poin ke tertinggi dua bulan, indeks Dow Jones merosot 368,03 poin atau 1,1 persen menjadi 34.792,76. Indeks Nasdaq anjlok 278,41 poin atau 2,1 persen menjadi 13.174,65 ke posisi terendah sejak 15 Maret, dan indeks S&P 500 jatuh 65,79 poin atau 1,5 persen pada 4.393,66.

Kekuatan awal saham Wall Street didapat dari laporan keuangan kuartalan Tesla yang sangat optimis dan angkat tinggi sahamnya hingga akhir, yang kemudian tergerus oleh pidato Ketua Fed Jerome Powell di hadapan panel IMF. Powell mengatakan  yakin akan tepat untuk menaikkan suku bunga sedikit lebih cepat  dan memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin  pada pertemuan Fed bulan Mei.

Sedangkan Nasdaq yang sarat teknologi dilemahkan oleh anjlok parahnya saham Netflix hingga turun 35 persen lebih setelah  melaporkan hilangnya 200.000 pelanggan selama kuartal pertama, merupakan penurunan pertama pelanggan dalam lebih dari satu dekade.

Kemudian sentimen dipengaruhi beberapa  laporan ekonomi yang mixed seperti data  klaim  pengangguran AS dalam pekan yang berakhir 16 April turun 2.000 menjadi 184.000,  dari level minggu sebelumnya di 186.000.

Conference Board juga merilis laporan yang menunjukkan pembacaan indikator ekonomi utama AS meningkat sejalan dengan perkiraan ekonom di bulan Maret. Sementara itu Federal Reserve Bank of Philadelphia melaporkan pertumbuhan aktivitas manufaktur di area Philadelphia melambat lebih dari yang diharapkan di bulan April.

Secara sektoral, pelemahan bursa  Wall Street dipimpin oleh saham emas yang menekan NYSE Arca Gold Bugs Index turun 4,8 persen.  Selanjutnya saham energi dengan  Philadelphia Oil Service Index dan NYSE Arca Oil Index masing-masing turun 3,8 persen dan 3,2 persen.

Pergerakan sebaliknya dengan kekuatan yang signifikan  terlihat di antara saham maskapai penerbangan, seperti saham American Airlines melonjak 3% lebih, saham United Airlines melonjak 9% lebih dan saham Delta Airlines naik 2% lebih.