(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya turun 262 poin atau 1,25% menjadi 20.682, terendah sejak 16 Maret. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 136,09 atau 1,92% ke posisi 6.962,20. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 247 poin atau 1,19% ke posisi 20681.
Hang Seng melemah 3 hari berturut setelah IMF hari ini mengatakan bahwa perlambatan berkepanjangan di China akan berdampak besar kepada global. Investor juga ragu langkah-langkah pemerintah untuk mendukung perekonomian, termasuk pemotongan RRR bank dan ekspansi pengeluaran fiskal, hampir tidak akan membantu di kota-kota yang lockdown. Sentimen juga dibebani oleh kekhawatiran bahwa Beijing dapat menghadapi sanksi oleh negara barat karena hubungannya dengan Moskow.
Sebagai penggerak pasar hari ini, pergerakan bursa Wall Street semalam melemah tertekan oleh pidato Jerome Powell yang tegaskan kenaikan suku bunga agresif lebih cepat dan akan naik 50 bps pada bulan Mei.
Harga minyak mentah WTI naik lebih dari 2% menjadi di atas $104 per barel karena investor menimbang pasokan yang lebih ketat dari Rusia dan Libya terhadap kekhawatiran tentang permintaan yang lemah di konsumen utama China.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 20260, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 20850 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21562 | 21310 | 20985 | 20735 | 20408 | 20160 | 19830 |
| Buy Avg | 20958 | Sell Avg | 20250 |



