(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (26/4/2022) masih menunjukkan kekuatannya dan berusaha menembus kisaran 102,0, tertinggi sejak 23 Maret 2020.
Demikian terhadap rival utamanya terpantau bergerak kuat, menguat signifikan terhadap poundsterling ke posisi tertinggi 20 bulan dan terhadap euro menguat ke tertinggi 2 tahun lebih.
Dolar AS semakin kuat sebagai safe haven didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve yang lebih cepat dan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari penguncian Covid-19 di China.
Investor memantau situasi Covid yang memburuk di China setelah pihak berwenang di Beijing memperluas pengujian virus ke sebagian besar kota, meningkatkan kekhawatiran tentang penguncian ibu kota Beijing.
Selain itu, Rusia mengatakan kepada dunia untuk tidak meremehkan risiko besar perang nuklir yang dikatakan ingin dikurangi dan memperingatkan bahwa senjata konvensional Barat adalah target yang sah di Ukraina.

Sebagai informasi Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral berkomitmen untuk menaikkan suku bunga secepatnya untuk menurunkan inflasi, dan menambahkan bahwa kenaikan suku bunga 50 basis poin direncanakan untuk pertemuan kebijakan bulan Mei.
Terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa sedang bergerak naik mendekati resisten lemahnya secara teknikal, kini indeks berada di kisaran 101,75 atau menguat 0,52% yang merupakan tertinggi dalam 2 tahun setelah dibuka pada kisaran 101,11.



