Bursa Australia Bergerak Turun, Mayoritas Bursa Regional Libur

483

(Vibiznews – Index) – Saham di Australia siap untuk jatuh pada Selasa menjelang keputusan suku bunga oleh bank sentral negara itu.

Futures menunjuk ke pembukaan yang lebih rendah untuk saham Australia. Kontrak berjangka SPI berada di 7.299, dibandingkan dengan penutupan terakhir S&P/ASX 200 di 7.347.

Data ekonomi di masa depan termasuk keputusan suku bunga Australia, yang akan menjadi signifikan karena para analis secara luas memperkirakan kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari satu dekade.

Bank sentral Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga resminya sebesar 15 basis poin menjadi 0,25%, menurut perkiraan median dari jajak pendapat Reuters terhadap 32 ekonom.

Beberapa pasar ditutup di wilayah Asia-Pasifik untuk liburan, termasuk China, Jepang, Singapura, dan India juga Indonesia. Hong Kong akan kembali berdagang dari hari libur pada hari Senin.

Di Eropa, saham di kawasan itu tiba-tiba jatuh pada hari Senin, didorong oleh kejatuhan singkat di pasar Swedia. Hal itu disebabkan oleh perdagangan order jual tunggal dari Citigroup, dilaporkan terkait dengan perhitungan yang salah terkait dengan indeks Nasdaq yang melibatkan saham Swedia.

Kemarin, di bursa Wall Street AS, S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat mencapai posisi terendah baru untuk tahun ini sebelum ditutup di wilayah positif.

Nasdaq Composite naik 1,63% menjadi 12.536,02, sedangkan S&P 500 naik 0,57% menjadi 4.155,38. Dow Jones Industrial Average naik 84,29 poin, atau 0,26%, menjadi ditutup pada 33.061,50. Dow turun lebih dari 500 poin pada posisi terendah sesinya.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 103,744, memperpanjang kenaikannya dari level di sekitar 103,6 sebelumnya.

Yen Jepang diperdagangkan pada 130,18 per dolar, setelah bertahan di level yang lebih lemah dari 129. Dolar Australia turun menjadi $0,7048 terhadap dolar AS.

Selasti Panjaitan/Vibiznews