(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup naik 13 poin atau 0,06% menjadi 21.102. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,43% menjadi 7.267,25. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 49 poin atau 0,23% ke posisi 20954.
Hang Seng mendapat kekuatan dari kenaikan saham HSBC setelah pemegang saham terbesarnya, raksasa asuransi Cina Ping An, menyerukan pembubaran bank yang bermarkas di London tersebut. Namun sentimen pasar tetap diliputi oleh kekhawatiran perlambatan tajam dalam aktivitas ekonomi China di tengah pembatasan parah yang disebabkan oleh virus corona. Selain itu, Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa dia akan menindak perilaku korupsi terkait dengan ekspansi modal yang tidak teratur dan monopoli platform sambil memperkuat pengawasan pasar.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup dengan memperpanjang gain sebelumnya oleh kesiapan investor akan hasil pertemuan the Fed dan juga laporan kuartalan yang optimis.
Harga minyak mentah WTI turun dari tertinggi harian sekitar $106 karena investor mempertimbangkan potensi larangan minyak Rusia dari UE dengan latar belakang permintaan yang melemah. Uni Eropa memperkuat rencana untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, dengan Jerman mengatakan bersedia mendukung embargo langsung terhadap minyak Rusia.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat naik ke posisi 21050 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3. Namun jika kemudian terkoreksi akan turun ke posisi 20690, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21937 | 21570 | 21262 | 20896 | 20587 | 20221 | 19912 |
| Buy Avg | 21165 | Sell Avg | 20590 |



