(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelum libur ditutup melemah 33,06 poin atau 1,23 persen menjadi ditutup pada 2.644,51, secara mingguan turun 1,88%. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 4,85 poin atau 1,37% ke posisi 349.00, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 350. 26 dan sempat turun ke posisi terendah di 347.98.
Sentimen investor diresahkan kekhawatiran atas penurunan ekonomi setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi yang tinggi. Namun disisi lain ada juga keraguan the Fed akan lebih agresif dalam pengetatan moneter dalam beberapa bulan mendatang.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan ditutup melemah cukup signifikan dibebani oleh kekhawatiran tentang prospek suku bunga yang tinggi seiring dengan terus meningkatnya yield treasury AS.
Harga minyak mentah WTI naik 1,4% menetap di $109,7 per barel dan membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena kekhawatiran tentang pasokan global yang ketat menjelang embargo Uni Eropa yang akan datang terhadap minyak Rusia melebihi ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi global dan permintaan yang lemah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi akan turun ke posisi 347.00 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya dapat naik menuju posisi 349.46 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 352.46 | 351.36 | 350.18 | 344.08 | 347.90 | 346.80 | 345.62 |
| Buy Avg | 350.30 | Sell Avg | 346.90 |



