(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 791 poin atau 3,8% menjadi 20002. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 308.23 atau 4.33% ke 6,809.52. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 775 poin atau 3,75% ke posisi 19870.
Sentimen investor tertekan oleh kebijakan pemerintah China menggandakan kebijakan nol covid dengan melawan segala komentar dan tindakan yang mendistorsi, meragukan, atau menyangkal kebijakan respons covid-19 negara itu.
Dari dalam kota sendiri masih tertekan dengan kebijakan otoritas moneter menaikkan suku bunga dasar sebesar 50 bps menjadi 1,25% di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa mata uang lokal akan melemah lebih lanjut karena arus keluar modal.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam kembali merosot dengan Dow Jones dan S&P500 turun ke posisi hampir 2 tahun sementara Nasdaq mencapai level terendah sejak November 2020 karena investor resah atas implikasi kebijakan moneter global yang lebih ketat pada momentum pertumbuhan.
Harga minyak mentah WTI jatuh lebih dari 5% menjadi sekitar $104 per barel, di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran yang masih ada tentang melemahnya permintaan global, terutama dari konsumen utama China karena lockdown covid yang ketat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 19570, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 20378 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21274 | 20984 | 20427 | 20137 | 19580 | 19290 | 18733 |
| Buy Avg | 20490 | Sell Avg | 19570 |



