(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup melemah 33,70 poin atau 1,27 persen menjadi 2.610,81, terendah sejak 30 November 2021. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 3,59 poin atau 1,03% ke posisi 345.41, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 350. 57 dan sempat turun ke posisi terendah di 347.99.
Bursa saham Korea Selatan jatuh ke sekitar level terendah 17-bulan di tengah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global di tengah pengetatan moneter bank sentral AS dan lockdown covid kota-kota besar China yang berkepanjangan.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam kembali merosot dengan Dow Jones dan S&P500 turun ke posisi hampir 2 tahun sementara Nasdaq mencapai level terendah sejak November 2020 karena investor resah atas implikasi kebijakan moneter global yang lebih ketat pada momentum pertumbuhan.
Harga minyak mentah WTI jatuh lebih dari 5% menjadi sekitar $104 per barel, di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran yang masih ada tentang melemahnya permintaan global, terutama dari konsumen utama China karena lockdown covid yang ketat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi akan turun ke posisi 343.90 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya dapat naik menuju posisi 347.76 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 352.15 | 350.57 | 347.99 | 346.41 | 343.83 | 342.25 | 339.67 |
| Buy Avg | 349.30 | Sell Avg | 342.70 |



