Forex Dolar 13 Mei: Melonjak ke Tertinggi 2 Dekade

588

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada akhir perdagangan forex sesi Amerika hari Jumat dinihari (13/5/2022) ditutup menguat dan naik ke level tertinggi baru dua dekade.  Terhadap semua rival utamanya terpantau dolar AS juga menguat kecuali terhadap yen Jepang yang menguat untuk 4 sesi berturut.

Dolar AS menguat sebagai safe haven dengan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih tajam dan kebijakan moneter yang lebih ketat lagi menahan inflasi yang tinggi. Sebelumnya diperkuat juga oleh ketidakpastian ekonomi di sekitar Eropa dan China, dengan perang Rusia di Ukraina serta lockdown Covid di China.

Diperkuat oleh laporan Departemen Tenaga Kerja untuk tingkat tahunan pertumbuhan harga produsen melambat kurang dari yang diharapkan di bulan April. Indeks PPI  melambat menjadi 11,0 persen pada April dari rekor tertinggi 11,5 persen pada Maret, melebihi ekspektasi perlambatan lebih besar menjadi 10,7 persen.

Kemudian terdapat laporan klaim pengangguran AS secara tak terduga menunjukkan sedikit peningkatan  dalam pekan yang berakhir 7 Mei,  naik ke 203.000 atau meningkat 1.000 dari level  minggu sebelumnya 202.000.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya sempat turun ke posisi 103,49, namun kemudian ditutup menguat 0,28 poin atau 0,27 persen ke 103,93.

Investor sekarang menantikan data inflasi baru yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan wawasan tentang kemungkinan langkah bank sentral selanjutnya. Pasar berjangka memberi harga 75% dari kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya di bulan Juni dan lebih dari 200 basis poin pengetatan pada akhir tahun.

Terhadap Euro, dolar menguat menjadi $ 1,0530, naik dari $ 1,0562. Dolar diperdagangkan pada $1,2316 melawan Pound Sterling, menguat dari $1,2331. Terhadap mata uang Jepang, dolar menguat menjadi 130,41 yen dari 130,30 yen.

Kemudian posisi dolar lebih kuat terhadap Aussie di 0,6937, dibandingkan dengan 0,6953 sesi sebelumnya. Franc Swiss lebih lemah pada 0,9956 per dolar, turun dari 0,9939, sedangkan Loonie lemah pada C$1,3030 per dolar  terbebani oleh anjloknya harga minyak mentah.