(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 7,66 poin atau 0,29 persen menjadi 2.596,58. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 1,56 poin atau 0,45% ke posisi 343.94, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 348.88 dan sempat turun ke posisi terendah di 343.52.
Indeks Kospi yang sempat naik tinggi ke posisi tertinggi sepekan retreat oleh profit taking merespon komentar Gubernur Bank of Korea, Rhee Chang-yong menyatakan tidak menghilangkan opsi kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin, karena ketidakpastian tentang inflasi yang sudah meningkat tetap tinggi. Bulan lalu, BOK sudah menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 1,5 persen sebagai bagian dari upaya untuk meredam kenaikan inflasi dan mengekang utang rumah tangga.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam ditutup mixed dengan hanya Dow Jones menguat. Dibebani oleh lemahnya data ekonomi AS, China serta dari Eropa.
Harga minyak mentah WTI rebound ke hampir $114 per barel, naik dari posisi terendah hariannya di $108 dan mendekati level tertinggi 14 tahun di $125 yang dicapai pada bulan Maret karena kekhawatiran tentang pasokan global yang lebih ketat melebihi prospek permintaan global yang melemah.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat naik menuju posisi 346.82 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3. Namun jika bergerak sebaliknya dapat turun ke posisi 343.54 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 352.73 | 350.80 | 347.37 | 345.44 | 342.03 | 340.08 | 336.65 |
| Buy Avg | 348.80 | Sell Avg | 343.10 |



