(Vibiznews – Index) – Terjadi aksi jual saham ritel dan teknologi cukup besar di bursa saham Amerika pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (19/5/2022) hingga menjatuhkan semua indeks utamanya. Dow Jones dan S&P500 anjlok ke posisi terendah sejak Juni 2020, Nasdaq terkoreksi ke terendah sejak 5 Mei.
Indeks Dow Jones ditutup dengan anjlok 1.164,52 poin atau 3,6 persen menjadi 31.490,07, indeks Nasdaq anjlok 566,37 poin atau 4,7 persen menjadi 11.418,15 dan indeks S&P 500 jatuh 165,17 poin atau 4 persen menjadi 3.923,68.
Anjloknya Dow Jones cukup signifikan dipicu oleh tekanan jual saham ritel merespon laporan kuartalan Target yang menunjukkan pendapatan perusahaan ritel tersebut turun melebihi perkiraan sebelumnya. Akibatnya saham Target anjlok hingga 24% lebih.
Sentimen juga dilemahkan oleh laporan pembangunan rumah baru di AS turun tipis 0,2 persen ke tingkat tahunan 1,724 juta dari tingkat revisi 1,728 juta di bulan Maret. Kemudian laporan yang menunjukkan izin bangunan sebagai indikator permintaan perumahan di masa depan, turun 3,2 persen ke tingkat tahunan 1,819 juta dari tingkat revisi 1,879 juta di bulan Maret.
Secara sektoral, pelemahan Wall Street dipimpin saham ritel dengan Indeks Ritel Dow Jones AS anjlok 7,7 persen ke level penutupan terendah dalam hampir dua tahun. Selanjutnya saham transportasi dengan penurunan 7,4 persen oleh Dow Jones Transportation Average. Saham perumahan juga mengalami pelemahan signifikan hingga menekan Philadelphia Housing Sector Index turun 4,6 persen.



