Kospi 19 Mei Terdesak ke Terendah Sepekan Imbas Aksi Jual Besar di Wall Street

388
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan ditutup  turun lebih dari 1 persen untuk menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut pada perdagangan hari Kamis (19/5/2022), karena sentimen investor untuk aset berisiko turun di tengah kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang tinggi yang memicu aksi jual besar-besaran di bursa Wall Street.

Indeks Kospi anjlok ke posisi terendah sepekan dari posisi tertinggi 2 pekan pada sesi sebelumnya. Investor khawatir inflasi tinggi dan pengetatan moneter di seluruh dunia dapat menyebabkan resesi.

Sementara itu Bank sentral utama Korea Selatan mengatakan awal pekan ini bahwa dia tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga 50 basis poin dalam pertemuan penetapan suku bunga Kamis depan.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup melemah 33,64 poin atau 1,28 persen menjadi  2.592,34.  Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah  5,10 poin atau 1,46% ke posisi 343.24, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 344.10 dan sempat turun ke posisi terendah di 340.50.

Sebagian besar saham berkapitalisasi besar ditutup lebih rendah seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics anjlok 0,88 persen, saham perusahaan kimia terbesar di negara itu LG Chem merosot 1,95 persen, saham raksasa internet Naver Corp turun 1,81 persen , saham Hyundai Motor Co turun 1,89 persen dan saham pembuat chip No. 2 SK hynix turun 2,2 persen.