(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup naik 41,76 poin atau 0,2% menjadi 20.644,28. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir naik 0,18% menjadi 7.089,29. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Juni 2022 bergerak negatif dengan turun 89 poin atau 0,43% ke posisi 20486.
Penguatan Hang Seng awal sesi di-support lonjakan saham teknologi di Wall Street semalam dan harapan pulihnya permintaan di China karena terkendalinya wabah covid di beberapa kota-kota utama. Kemudian sentimen tertekan oleh kekhawatiran bahwa stimulus Beijing mungkin tidak cukup untuk menghidupkan kembali ekonomi yang dilanda wabah covid.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam ditutup dengan pelemahan signifikan hingga membuat Dow Jones dan S&P500 anjlok ke posisi terendah sejak Juni 2020, Nasdaq terkoreksi ke terendah sejak 5 Mei.
Harga minyak mentah WTI kehilangan lebih dari 2% di bawah $ 110 per barel setelah mencapai tertinggi sesi $115,3, di tengah suasana hati-hati investor dan penurunan pasar ekuitas yang didorong oleh lonjakan inflasi dan kekhawatiran pertumbuhan. Pada saat yang sama, kekhawatiran atas permintaan yang melambat karena lockdown covid di China juga membebani sentimen.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat naik ke posisi 20610 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika kemudian terkoreksi akan turun ke posisi 20085, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21066 | 20875 | 20680 | 20490 | 20294 | 20080 | 19908 |
| Buy Avg | 20650 | Sell Avg | 20060 |



