Indeks Utama Wall Street Terendah 2 Pekan Jelang Rilis Data Inflasi AS

260
wall street

(Vibiznews – Index) – Pergerakan turun harga saham masih terlihat dominan pada perdagangan bursa Wall Street yang berakhir Jumat dinihari (10/6/2022) melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya. Semua indeks utama ditutup lebih rendah dan turun ke posisi terendah dalam 2 pekan.

Indeks Dow Jones jatuh 638,11 poin atau 1,9 persen menjadi 32.272,79, indeks Nasdaq jatuh 332,05 poin atau 2,8 persen menjadi 11.754,23 dan indeks S&P 500 turun 97,95 poin atau 2,4 persen menjadi 4.017,82.

Aksi jual di Wall Street terjadi karena para investor bersiap menantikan rilis laporan Departemen Tenaga Kerja tentang inflasi harga konsumen pada hari Jumat, dimana data ini berdampak pada prospek kebijakan moneter menjelang keputusan Federal Reserve tentang suku bunga Rabu depan.

Secara sektoral pelemahan saham  dipimpin oleh saham baja dengan menyeret NYSE Arca Steel Index turun 4,5 persen. Selanjutnya saham maskapai penerbangan, sebagaimana tercermin dari penurunan 3,8 persen oleh NYSE Arca Airline Index.

Saham emas juga melemah di tengah penurunan moderat oleh harga logam mulia, dengan NYSE Arca Gold Bugs Index jatuh sebesar 3,7 persen. Saham layanan minyak, bioteknologi dan saham perbankan juga terlihat alami pelemahan harga.

Untuk laporan ekonomi AS yang dirilis, data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS naik lebih dari yang diharapkan dalam pekan yang berakhir 4 Juni. Klaim pengangguran  naik menjadi 229.000, meningkat 27.000 dari level revisi minggu sebelumnya 202.000.