(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada awal sesi Asia Jumat (10/6/2022) bergerak koreksi dari rally selama 5 hari berturut di kisaran resisten hariannya. Sebelumnya pair bergerak kuat seiring dengan kenaikan dolar serta kenaikan posisi yield obligasi AS di 3,05%.
Yen Jepang terdepresiasi melewati 134 per dolar, sangat tipis dari meluncur ke level terendah dalam sekitar 24 tahun, di tengah perbedaan kebijakan yang tumbuh dan kesenjangan suku bunga yang melebar antara Jepang dan AS.
Yen telah terbebani oleh kepatuhan teguh Bank of Japan terhadap imbal hasil rendah, kebijakan stimulasi yang ditujukan untuk mendukung ekonomi pada saat imbal hasil AS meningkat pada ekspektasi kenaikan suku bunga.
Yen juga menghadapi tekanan dari surplus neraca berjalan Jepang yang menyusut dan defisit perdagangan yang meningkat, diperburuk oleh kenaikan harga minyak mengingat posisi negara itu sebagai importir energi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya ditutup menguat ke posisi tertinggi 3 pekan di atas 103, karena investor bersiap untuk data inflasi AS yang dapat memperkuat momen kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve setelah laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pekan lalu menunjukkan ekonomi yang solid.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY melemah, pair yang ditutup sebelumnya pada posisi 134.33 sedang meluncur mendekati posisi pivot dan jika lanjut meluncur ke kisaran S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik ke posisi 134.50 sebelum kemudian mendaki ke posisi R1 dan juga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 136.24 | 135.40 | 134.86 | 134.02 | 133.50 | 132.65 | 132.12 |
| Buy Avg | 134.75 | Sell Avg | 133.50 |



