Forex Dolar 14 Juni: Tertinggi Hampir 20 Tahun dan Lanjut Cari Resisten

430

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada akhir perdagangan forex sesi Amerika hari Selasa dinihari (14/6/2022) ditutup menguat cukup signifikan yang melanjutkan rally 3 hari berturut sebelumnya. Demikian terpantau terhadap mayoritas rival utamanya juga menguat kecuali terhadap yen Jepang.

Dolar AS terapresiasi terhadap mata uang utama ke posisi tertinggi hampir 20 tahun karena data inflasi AS yang lebih buruk dari perkiraan telah mendorong imbal hasil treasury lebih tinggi dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus memperketat kebijakan secara agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Data dari Departemen Tenaga Kerja hari Jumat lalu menunjukkan  indeks harga konsumen AS naik ke level tertinggi empat dekade sebesar 8,6 persen pada Mei, mengalahkan ekspektasi ekonom sebesar 8,3 persen. Data ini  memicu aksi jual di pasar saham karena investor khawatir bahwa pengetatan moneter yang agresif dapat menyebabkan resesi.

Sebagai informasi Bank of England dan Swiss National Bank juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mereka minggu ini, tetapi sedikit perubahan yang diharapkan dari Bank of Japan.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya sempat mencapai titik terendah di sekitar 103,04 setelah dibuka pada posisi 104.19, kemudian mendaki terus hingga ditutup menguat 0,97  persen ke 105,20.

Terhadap Euro, dolar AS menyentuh tertinggi multi-minggu di 1,0445 dan 1,2162 melawan poundsterling, turun dari posisi terendah sebelumnya di 1,0520 dan 1,2321, masing-masing. Kemungkinan resistensi berikutnya untuk dolar terlihat di sekitar 1,00 melawan euro dan 1,20 melawan pound.

Dolar AS mencapai setinggi 0,9945 terhadap franc, level tertinggi sejak 18 Mei dan akan menargetkan resistensi di sekitar wilayah 1,02. Membalikkan dari posisi terendah awalnya di 0,7044 melawan aussie dan 0,6350 melawan kiwi, dolar naik ke tertinggi multi-minggu masing-masing di 0,6957 dan 0,6276. Diperkirakan akan menemukan resistensi di sekitar 0,68 melawan aussie dan 0,60 melawan kiwi.

Dolar AS naik terhadap loonie, hampir setinggi 3 minggu di 1,2868. Jika dolar naik lebih jauh, mungkin akan menemukan resistance di sekitar level 1,30. Sebaliknya, dolar AS mundur ke 133,83 melawan yen, dari tertinggi lebih dari 20 tahun di 135,20 yang terlihat di sesi Asia dan akan mencari support di sekitar angka 133,00.