(Vibiznews – Indeks) – Pelemahan harga saham di bursa Tokyo-Jepang masih terus berlanjut pada perdagangan hari Selasa (14/6/2022), namun dengan kerugian yang lebih sedikit dari sebelumnya. Indeks Nikkei anjlok satu persen lebih ke posisi terendah 3 pekan dengan pemberat besar dari saham teknologi.
Aksi jual saham cukup signifikan di bursa Jepang banyak dipengaruhi kinerja buruk perdagangan bursa saham Amerika yang menekan kuat saham-saham teknologi. Pemicunya masih seputar proyeksi Federal Reserve untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga 75 basis poin yang lebih besar dari perkiraan minggu ini.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 357 poin atau 1,3% menjadi 26.630, terendah sejak 19 Mei. Namun untuk indeks Topix turun 1,2% menjadi 1.878. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 masih bergerak negatif dengan anjlok 180 poin atau 0,67% ke posisi 26660.
Sektor teknologi yang paling banyak menekan Nikkei mengikuti pergerakan serupa di Nasdaq, dengan kerugian tajam dari saham SoftBank Group (-2,6%), Tokyo Electron (-1,9%), Recruit Holdings (-1,9%), Remixpoint (-16,4%), Shift Inc ( -1,4%) dan M3 Inc (-1,2%). Saham kelas berat lainnya juga menurun, termasuk saham Sony Group (-2,6%), Toyota Motor (-1,7%) dan Mitsubishi Heavy Industries (-1,6%).
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



