(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang masuki pelemahan untuk 4 sesi berturut pada perdagangan hari Rabu (15/6/2022), dengan kerugian saham teknologi paling besar. Indeks Nikkei anjlok satu persen ke posisi terendah 4 pekan setelah sempat bergerak kuat awal sesi.
Buruknya kinerja saham Nikkei mengikuti penurunan semalam di bursa saham Wall Street, karena investor bersiap untuk langkah agresif dari Federal Reserve untuk memerangi inflasi. The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada hari Kamis dinihari dan pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga 75 basis poin yang lebih besar.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 266 poin atau 1,14% menjadi 26.326, terendah sejak 12 Mei. Namun untuk indeks Topix turun 1,2% menjadi 1.878. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 masih bergerak negatif dengan anjlok 380 poin atau 1,43% ke posisi 26280.
Saham sektor teknologi memimpin penurunan, dengan kerugian tajam dari saham Keyence (-3,4%), Mitsui High-Tec (-6,1%) dan Recruit Holdings (-3,7%). Saham perusahaan energi juga jatuh karena harga minyak yang lebih lemah seperti saham Inpex Corp (-3,7%), Eneos Holdings (-3,7%) dan Cosmo Energy (-4,1%).
Sementara itu, investor menilai data yang menunjukkan sentimen membaik di antara produsen Jepang, karena permintaan yang kuat membantu perusahaan menahan tekanan dari harga bahan baku yang tinggi dan melemahnya yen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



