(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 11,54 poin atau 0,46 persen menjadi 2.492,97 setelah sempat jatuh ke level 2.457,39. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 1,65 poin atau 0,50% ke posisi 328.23, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 329.37 dan sempat turun ke posisi terendah di 323.36.
Kospi yang dibuka lebih rendah mengikuti penurunan tajam di Wall Street dan telah jatuh lebih dari 1 persen, kemudian terpangkas kerugiannya oleh aksi bargain hunting. Sentimen negatif masih seputar waspada terhadap kenaikan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan di AS dan resesi ekonomi global. Bargain hunting dipicu oleh sikap pemerintah dan Bank of Korea akan secara aktif turun tangan jika diperlukan untuk menstabilkan pasar.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup mixed dengan hanya Nasdaq cetak gain yang moderat oleh bargain hunting saham teknologi. Dow Jones dan S&P500 perpanjang posisi terendah lebih dari setahun oleh kewaspadaan jelang pengumuman kebijakan the Fed.
Harga minyak mentah WTI turun hampir 2% menjadi di bawah $119 setelah muncul sinyal bahwa Demokrat mungkin mempertimbangkan semacam undang-undang untuk mengurangi tekanan harga. Pemerintah AS tidak mengesampingkan pajak keuntungan berlebih untuk perusahaan minyak sementara.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat naik menuju posisi 328.55 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3. Namun jika bergerak sebaliknya turun ke posisi 324.82 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 336.45 | 332.86 | 330.54 | 326.95 | 324.63 | 321.04 | 318.72 |
| Buy Avg | 329.10 | Sell Avg | 324.30 |



