(Vibiznews-Index) – Indeks spot Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup turun 266 poin atau 1,14% menjadi 26.326, terendah sejak 12 Mei. Namun untuk indeks Topix turun 1,2% menjadi 1.878. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 masih bergerak negatif dengan anjlok 380 poin atau 1,43% ke posisi 26280.
Buruknya kinerja saham Nikkei mengikuti penurunan semalam di bursa saham Wall Street, karena investor bersiap untuk langkah agresif dari Federal Reserve untuk memerangi inflasi. The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada hari Kamis dinihari dan pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga 75 basis poin yang lebih besar.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup menguat cukup signifikan setelah the Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 1,50 hingga 1,75 persen yang merupakan kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994.
Lihat: Bursa Wall Street Dapat Untung Setelah Fed Rate Naik 75 Bps
Harga minyak mentah WTI turun lebih dari 3% menjadi $115 per barel setelah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang akan datang, dan merevisi lebih rendah prospek pertumbuhan ekonomi Amerika untuk 2022, 2023 dan 2024. Sebelumnya sudah tertekan oleh laporan EIA menunjukkan peningkatan pasokan di AS.
Lihat: Jerome Powell Indikasikan Kenaikan Fed Rate 75 Bps Berlanjut
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 26140 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian berbalik arah akan naik ke posisi 26640 dan jika tembus mendaki ke R2 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 26980 | 26820 | 26550 | 26390 | 26120 | 25960 | 25650 |
| Buy Avg | 26650 | Sell Avg | 26120 |




