(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan akhir pekan lalu ditutup anjlok 10,48 poin atau 0,43 persen, menjadi 2.440,93 Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka hanya menguat 2,16 poin atau 0,67% ke posisi 320.09, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 320.71 dan sempat turun ke posisi terendah di 314.79.
Kospi awal sesi dibuka turun tajam, mengikuti kerugian besar di Wall Street hingga membuat indeks merosot lebih dari 2 persen ke bawah 2.400, terendah sejak 5 November 2020. Sentimen tertekan karena kekhawatiran yang mendalam atas resesi ekonomi global di tengah pengetatan moneter agresif Federal Reserve AS untuk menjinakkan lonjakan inflasi. Namun jelang penutupan berhasil memangkas kerugian sebelumnya oleh aksi bargain hunting saham oversold.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan ditutup mixed dengan Nasdaq dan S&P500 menguat oleh aksi bargain hunting pasca tekanan yang kuat sepanjang pekan.
Lihat: Bursa Wall Street Mingguan Merosot Tajam
Harga minyak mentah WTI akhir pekan lalu anjlok 6% lebih menjadi $110 per barel dengan kerugian mingguan sebesar 8,8%, tertekan oleh gelombang kenaikan suku bunga agresif baru-baru ini di seluruh dunia dan meningkatnya kesengsaraan resesi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat naik menuju posisi 321.65 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3. Namun jika bergerak sebaliknya turun ke posisi 317.66 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 328.16 | 324.43 | 322.26 | 318.50 | 316.36 | 312.63 | 310.46 |
| Buy Avg | 321.80 | Sell Avg | 316.15 |



