(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada akhir perdagangan forex sesi Amerika hari Rabu dinihari (22/6/2022) ditutup lebih kuat dari pelemahan cukup signifikan awal sesi. Demikian terpantau terhadap mayoritas rival utamanya juga melemah, kecuali terhadap yen Jepang.
Pelemahan dolar AS terjadi oleh sentimen investor memburu aset risiko yang memberikan keuntungan bagi bursa saham Wall Street. Pemburuan aset risiko dipicu oleh aksi bargain hunting setelah pekan lalu alami pelemahan cukup signifikan.
Meskipun demikian posisi dolar AS masih berada di kisaran tertinggi 20 tahun yang dicapai pekan lalu karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus secara agresif memperketat pengaturan moneter. Pekan lalu Federal Reserve telah menaikkan suku bunga dana fed fund sebesar 75 basis poin yang merupakan kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994.
Dari laporan ekonomi yang dirilis, National Association of Realtors melaporkan penurunan tajam dalam penjualan rumah AS yang ada di bulan Mei. Penjualan rumah yang ada turun 3,4 persen ke tingkat tahunan 5,41 juta di bulan Mei setelah merosot 2,6 persen ke tingkat revisi 5,60 juta di bulan April.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya sempat mencapai titik terendah di sekitar 103,93 setelah dibuka pada posisi 104.44, kemudian berusaha kuat hingga ditutup melemah 0,26 persen ke 104,42. Pergerakan selanjutnya berptensi menguat kembali oleh sentimen yang sama akhir pekan lalu.
Terhadap Euro, dolar AS diperdagangkan pada $1,0530 dibandingkan dengan $1,0511 sesi sebelumnya. Terhadap yen Jepang menguat yang diperdagangkan pada 136,67 yen dari 135,07 yen sesi sebelumnya.



