(Vibiznews-Index) – Indeks spot Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup turun 411 poin atau 1,54% menjadi 26.393. Demikian indeks Topix anjlok 22,75 poin atau 1,2% menjadi 1.871. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 bergerak negatif dengan ditutup melemah 300 poin atau 1,12% ke posisi 26380.
Nikkei memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya, dengan investor mempertimbangkan peningkatan risiko resesi global karena bank sentral utama secara agresif menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi yang melonjak.
Sentimen juga dibebani oleh rilis data ekonomi menunjukkan produksi industri Jepang turun 7,2% pada Mei, jauh lebih rendah dari konsensus pasar untuk penurunan 0,3% yang dipengaruhi oleh penguncian di China beberapa waktu lalu.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup melemah dengan kinerja kuartalan dan semester yang buruk. Kuartalan Nasdaq terburuk sejak 2008 dan semesteran S&P500 terburuk sejak 1970.
Lihat: Wall Street Melemah Diujung Semester I/2022, Kuartalan Nasdaq Terburuk Sejak 2008
Harga minyak mentah WTI turun 3,7% menjadi $105,8 per barel dan menutup bulan Juni dengan 7,8% lebih rendah, penurunan bulanan pertama sejak November lalu. Investor tetap khawatir atas perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga agresif dari bank sentral utama serta ketidakpastian atas produksi OPEC+ di masa depan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 26130 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian berbalik arah akan naik ke posisi 26620 dan jika tembus mendaki ke R2 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 27283 | 27066 | 26723 | 26506 | 26163 | 25946 | 25603 |
| Buy Avg | 26710 | Sell Avg | 26115 |




