(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Jumat (8/7/2022) posisi euro dalam pair EURUSD semakin buruk yang melemah 4 hari berturut. Laju pair sepekan turun lebih dari 3%, terbesar dalam 4 bulan.
Posisi Euro terpantau berada di level terendah dalam 20 tahun, jatuh terhadap dolar AS di tengah meningkatnya kekhawatiran Rusia yang dapat memotong pasokan gas ke Eropa dan menjerumuskan kawasan itu ke dalam resesi.
Kondisi tersebut pada gilirannya akan membuat lebih sulit bagi bank sentral Eropa atau ECB untuk memperketat kebijakan moneternya.
Diberitakan pipa utama Nord Stream 1 akan ditutup untuk pemeliharaan pada 11-21 Juli dan mungkin tidak kembali ke kapasitas penuh, mengancam distribusi ke kawasan Euro untuk mengisi kapasitas penyimpanan sebelum musim dingin.
Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB tahun ini sebesar 30bps menjadi 135bps dalam beberapa pekan terakhir karena inflasi mencapai rekor tertinggi baru 8,6% dan harga gas terus melonjak.
ECB sangat diharapkan untuk menaikkan suku bunga utama sebesar 25bps akhir bulan ini, kenaikan pertama dalam lebih dari 11 tahun sementara Federal Reserve terlihat memberikan kenaikan 75bps pada pertemuannya, menyusul peningkatan kumulatif 150bps sejak Maret.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melandai di sesi global sebelumnya; kuat di sekitar 20 tahun tertingginya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD masih akan melemah, pair kini berada di posisi 1.0115 yang berusaha naik dari posisi terendah di 1.0071.
Jika tembus kembali ke posisi tertinggi 1.0191 akan mendaki ke resisten kuatnya di 1.0255 – 1.0290.
Namun jika terkoreksi kembali akan ke posisi 1.0191 sebelum meluncur ke support lemah di 1.0050 – 1.0000.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



