Forex Eropa EURUSD 11 Juli: Semakin Lemah di Terendah 2 Dekade

528

(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Senin (11/7/2022)  posisi euro dalam pair EURUSD semakin tertekan di posisi terendah 20 tahun oleh kuatnya dolar AS.

Secara teknikal posisi pair meluncur mendekati posisi support kuat harian setelah sebelumnya sempat rebound dari pelemahan 3 hari berturut pekan lalu.

Posisi Euro melemah di tengah kekhawatiran krisis energi akan membawa kawasan Eropa ke resesi yang dalam, menempatkan ECB di antara posisi yang sulit karena mencoba untuk mengekang inflasi dan meredam ekonomi yang melambat.

Sebelumnya diberitakan pipa utama Nord Stream 1 memulai pemeliharaan tahunan pada hari Senin, 11 Juli, dan aliran diperkirakan akan berhenti selama 10 hari tetapi kekhawatiran bahwa pasokan gas tidak akan kembali ke level saat ini setelah pekerjaan berlangsung lama.

Pasar juga telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB tahun ini sebesar 30bps menjadi 135bps dalam beberapa pekan terakhir karena inflasi mencapai rekor tertinggi baru 8,6% dan harga gas tetap tinggi.

ECB sangat diharapkan untuk menaikkan suku bunga utama sebesar 25bps akhir bulan ini, kenaikan pertama dalam lebih dari 11 tahun.

 
Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menanjak setelah konsolidasi; kembali pada posisi 20 tahun tertingginya dengan data NFP AS yang kuat dan menambah estimasi the Fed akan terus agresif menaikkan suku bunganya.

Lihat: Rekomendasi EUR/USD Mingguan 11 – 15 Juli 2022: Masih Banyak Rintangan untuk Naik?

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD masih akan melemah, pair kini berada di posisi 1.0115 yang meluncur ke posisi  support kuatnya  di 1.0108 – 1.0030.

Namun jika terkoreksi positif akan mendaki kembali ke posisi awal sesi di 1.0177 sebelum naik ke resisten kuat di 1.0228 – 1.0255.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting